Premature Atrial Complexes (PAC)

7/22/2020

Kompleks prematur merupakan penyebab tersering dari denyut yang ireguler dan palpitasi yang dapat berasal dari berbagai area di jantung.

 

Kompleks prematur ini sering terjadi di daerah ventrikel dan jarang terjadi di daerah SA node. Kompleks prematur juga dapat terjadi di atrium dan area AV junction, namun angka kejadiannya tidak terlalu banyak.

 

Meskipun kompleks prematur sering muncul pada jantung normal, keadaan ini biasanya berhubungan dengan penyakit jantung struktural dan meningkat frekuensinya seiring dengan pertambahan usia.

 


PREMATURE ATRIAL COMPLEXES (PAC)

PAC disebut juga atrial premature complexes (APCs), premature supraventricular complexes, premature supraventricular beat, dan premature atrial beat.

 

PAC didiagnosis dari EKG berdasarkan adanya gelombang P yang timbul sebelum denyut sinus normal yang seharusnya muncul dengan interval PR melebihi 120 ms (kecuali pada sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW).

 

Kontur gelombang P pada PAC biasanya berbeda dengan irama sinus normal. Namun, gelombang P pada PAC dapat menyerupai gelombang P pada irama sinus bila sumber PAC berasal dari atrium kanan, vena kava superior, dan bagian superior dari crista terminalis. PAC dapat berupa unifocal yang timbul dari satu lokasi (gelombang P serupa di semua PAC) atau multifokal dan timbul dari beberapa lokasi (morfologi gelombang P berbeda untuk PAC).

Gambar 1. PAC (label APC) terjadi lebih awal dari yang diharapkan (premature). Denyut normal (sinus) terjadi secara berkala dan didahului oleh gelombang p dengan konfigurasi normal yang merupakan tanda listrik normal kontraksi atrium.


Beberapa PAC yang terjadi terlalu dini dapat menyebabkan pemanjangan interval PR, dan beberapa dapat tidak dikonduksikan ke ventrikel yang menyebabkan denyut tidak teratur. Denyut seperti itu dianggap pause atau "dropped beat".

 

Jika PAC dikonduksikan secara cepat melalui AV node, namun sistem His Purkinje yang pulih baru sebagian, maka impuls tersebut akan mengalami aberansi dan membentuk pola QRS yang mirip seperti RBBB atau LBBB, tergantung berkas mana yang sudah pulih. Bila berkas kanan yang telat pulih (yang biasanya lebih sering terjadi), maka aberansi PAC akan membentuk pola RBBB.

 

Setelah identifikasi PAC, ekokardiografi berguna dalam menentukan status fungsional jantung dan mengidentifikasi potensi kelainan struktural yang mendasarinya. Evaluasi untuk penyakit jantung struktural harus selalu dilakukan pada pasien dengan PAC yang sering karena prognostik yang penting dan persyaratan perawatan. Pengujian laboratorium dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan elektrolit.

 

Gambaran Klinis

PAC biasanya asimtomatik, meskipun beberapa pasien merasakan berdebar-debar dan nadi yang tidak reguler.

 

PAC dapat terjadi dalam berbagai kondisi, seperti selama infeksi, inflamasi, iskemik miokard, atau dapat dipicu oleh berbagai obat, kondisi tegang, rokok, alkohol, atau kafein.

 

PAC dapat menimbulkan terjadinya takiaritmia supraventikular berkelanjutan dan takiaritmia ventrikel. Seringkali, PAC terjadi tanpa sebab dan bersifat reversibel.

 

Frekuensi PAC dapat bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Secara umum, PAC memiliki prognosis benign. Sebagian besar pasien tidak memiliki gejala signifikan.

 

Tatalaksana

PAC umumnya tidak memerlukan terapi. Pada pasien bergejala atau ketika PAC menimbulkan takikardi, dapat diberikan beta blocker atau calcium channel blocker (CCB).

 

Dalam kasus drug-refractor, ablasi fokus PAC bisa efektif ketika single focus dapat diidentifikasi.

 

Dokter di fasilitas kesehatan primer dapat memberikan tatalaksana awal dan perawatan medis. Namun, bila menjumpai kasus refraktori atau penggunaan obat antiaritmia maka harus dirujuk ke spesialis jantung. Jika diperlukan intervensi perkutan ataupun bedah maka pasien dirujuk ke spesialis yang sesuai.

 

Diagnosis Banding

Diagnosis banding dapat dikategorikan berdasarkan penyebab kardiak dan non-kardiak.

 

Penyebab kardiak dapat dibagi lagi menjadi aritmia dan non-aritmia. Penyebab kardiak aritmia dapat meliputi premature junctional contractions, premature ventricular contractions (PVC), dan narrow atau wide complex tachycardias.

 

Penyebab kardiak non-arrhythmic termasuk sindrom koroner akut (SKA), perikarditis, gagal jantung, dan komplikasi alat pacu jantung.

 

Penyebab non-kardiak juga dapat menyerupai PAC. Harus dipikirkan diagnosis banding psikiatri seperti serangan panik dan anxietas. Alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan atau meniru PAC. Diagnosis banding yang harus dipikirkan juga meliputi emboli paru, hipertiroidisme, dan anemia.

 


Prognosis

Prognosis tergantung pada penyebab PAC dan ada tidaknya penyakit jantung struktural. Banyak PAC idiopatik relatif benign, meskipun dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung jika PAC sering terjadi.

 

PAC yang sering timbul juga terbukti berhubungan dengan risiko yang lebih besar untuk mengalami atrium fibrilasi dan atrium flutter. Secara umum, kondisi yang mendasarinya memainkan peran yang lebih signifikan dalam memperkirakan prognosis.

 

Komplikasi

1.       Atrium fibrilasi

2.       Stroke iskemik


Referensi

1.     Rahman AM. Mekanisme dan Klasifikasi Aritrnia. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF. editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th ed. Jakarta: lnternaPublishing; 2014.


2.     Olgin JE, Zipes DP. Supraventricular Arrhythmias. Dalam: Braunwald E, Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, editors. Braunwald's Heart Disease A Textbook of Cardiovascular Medicine. 11th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2019.


3.     Heaton J, Yandrapalli S. Premature Atrial Contractions (PAC) [Updated 2020 Jul 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559204/

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.