Sinus Node Reentrant Tachycardia (SNRT)

7/20/2020

Sinus Node Reentrant Tachycardia (SNRT) adalah aritmia yang bertanggungjawab atas 5-10% kejadian takiaritmia supraventrikular. SNRT paling sering ditemukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit jantung struktural (terutama infark miokardium inferior).

 

ETIOLOGI

SNRT dapat terjadi akibat:

-     Entrance block pada 1 tempat

-     Konduksi yang lama di dalam nodal dengan masa refrakter yang berbeda-beda

-     Reeksitasi atrium para daerah asal entrance block


Sirkuit reentry pada SNRT ada di dalam sinus nodal sendiri dan biasanya sudah ada sejak dari lahir. Tidak ada faktor ekstrinsik yang dapat menyebabkan SNRT.

 

ANAMNESIS, PEMERIKSAAN FISIK, DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pasien dengan SNRT biasanya asimptomatik. Namun, pasien dengan SNRT juga dapat memiliki gejala palpitasi paroksismal, dispneu, pusing, (hampir) sinkop, ketidaknyamanan di dada, dan gejala lainnya.

 

Pasien dengan SNRT dan riwayat gagal jantung dapat datang dengan eksaserbasi akut dengan kemungkinan fraksi ejeksi yang berkurang akibat tachycardia-induced cardiomyopathy.

 

Pada pemeriksaan fisik, hipotensi sekunder dapat ditemukan dan mungkin merupakan temuan pemeriksaan fisik yang signifikan pada pasien dengan SANRT.

 


Asesmen yang penting untuk dilakukan pada pasien yang datang dengan tanda dan gejala SNRT adalah melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Tentunya hal ini juga mencakup tanda-tanda vital (laju pernapasan, tekanan darah, suhu, dan denyut jantung) dan EKG.

 

Seorang pasien yang datang dengan SNRT harus menjalani evaluasi untuk mencari kondisi yang mendasari SNRT misalnya mencari tau mengenai apakah ada PJK atau gagal jantung yang tidak diketahui.

 

Selama proses penilaian berlangsung, harus ditetapkan apakah pasien stabil secara hemodinamik berdasarkan tekanan darah, status mental, dan laju pernapasannya. Evaluasi awal pasien dengan SNRT juga dapat mencakup pengujian fungsi tiroid dan paru pasien serta pemeriksaan darah rutin. Karena ada hubungan yang sering antara SNRT dan penyakit jantung struktural, pada pasien juga dapat dilakukan ekokardiografi.

 

Tidak seperti sinus takikardi yang sudah kita bahas pada post sebelumnya, SNRT merupakan reentry tachycardia, jadi bisa mulai dan berhenti secara tiba-tiba (Paroksismal). Di antara episode SNRT, denyut dan irama jantung tetap normal.

 

EKG SNRT:

-     Rate atau kecepatannya bervariasi antara 80-200 denyut/menit.

-     Morfologi gelombang P pada SNRT sama (atau berbeda sedikit) dengan morfologi gelombang P pada irama sinus yang mendasarinya.

-     Dapat terjadi blok pada nodus AV tetapi hal tersebut tidak memperlambat takikardi.

-     Wenckebach-type block juga sering terjadi pada SNRT.

-     Sering didapatkan adanya premature atrial complex (PAC) pada inisiasi dan pada saat penghentian takikardi.

-     Onset dan terminasi mendadak

 

Gambar 1. Contoh gambaran EKG SNRT. Initial rate sekitar 90-100 bpm kemudian tiba-tiba turun menjadi sekitar 50 bpm. Ada beberapa variabilitas dalam interval R ke R. Ada sedikit perbedaan morfologi gelombang P dibandingkan dengan irama sinus regulernya yang dapat dilihat pada bagian terakhir strip.


TATALAKSANA

Sebagian besar pasien dengan SNRT tidak memerlukan intervensi medis karena SNRT jarang menimbulkan gejala.

 

Namun, bila pasien mengalami SNRT yang sering mungkin nantinya akan menimbulkan gejala sehingga memerlukan manajemen medis. Tujuan lain dari pengobatan pada pasien ini adalah untuk menghindari efek buruk jangka panjang seperti tachycardia-induced cardiomyopathy.

 

Manajemen medis pasien yang datang dengan SNRT dimulai dengan evaluasi awal stabilitas hemodinamik mereka. Pasien hemodinamik yang tidak stabil datang dengan takikardia yang berhubungan dengan hipotensi, nyeri dada iskemik, perubahan status mental, kegagalan pernafasan, ataupun syok. Pasien seperti ini memerlukan penghentian SNRT secara elektrik dengan urgent electrical cardioversion. Rapid atrial pacing dapat digunakan untuk menginduksi atau mengakhiri aritmia jenis ini.

 

Vagal maneuvers atau adenosin diketahui juga dapat menghentikan SNRT.  Berbagai agen seperti β-blocker, calcium channel blocker (CCB), dan digoksin dapat membantu untuk mencegah kekambuhan.

 

DIAGNOSIS BANDING

-     Junctional ectopic tachycardia

-     Nonparoxysmal junctional tachycardia

-     Atrial flutter with variable block

-     Atrial fibrillation

-     Intraatrial reentrant tachycardia

-     Atrial tachycardia

-     Multifocal atrial tachycardia (MAT)

-     Sinus tachycardia

-     Inappropriate sinus tachycardia

-     Atrial flutter

-     Atrioventricular nodal reentrant tachycardia

-     Atrioventricular reciprocating (reentrant) tachycardia


REFERENSI

  1. Rahman AM. Mekanisme dan Klasifikasi Aritrnia. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta: lnternaPublishing; 2014.
  2. Zardkoohi O. Tachyarrhythmias. In: S Griffin BP, Callahan TD, Menon V, editors. Manual of Cardiovascular Medicine. 4th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2013.
  3. Hafeez Y, Grossman SA. Sinoatrial Nodal Reentrant Tachycardia (SANRT) [Updated 2020 May 19]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. [cited 2020 Jun 29]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507787/.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.